««•»»Surah Al Jumu'ah 3
وَآخَرِينَ مِنْهُمْ لَمَّا يَلْحَقُوا بِهِمْ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
««•»»
waaakhariina minhum lammaa yalhaquu bihim wahuwa al'aziizu alhakiimu
««•»»
Dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
««•»»
And to others from among them [as well] who have not yet joined them. And He is the All-mighty, the All-wise.
««•»»
Pada ayat ini, Allah SWT menjelaskan bahwa kerasulan Muhammad SAW, tidaklah terbatas kepada bangsa Arab yang ada pada waktu itu, tetapi juga kepada orang-orang mukmin yang belum bergabung kepada mereka sampai Hari Kiamat, yaitu orang-orang yang datang sesudah para sahabat Nabi SAW. sampai Hari Pembalasan dari semua bangsa, seperti bangsa Persia, Romawi dan lain-lainnya.
Di dalam suatu hadis yang berasal dari Abu Hurairah R.A. ia berkata:
كنا جلوسا عند النبي صلى الله عليه وسلم: فنزلت عليه سورة الجمعة فتلاها, فلما بلغ: وآخرين منهم لما يلحقوا بهم, قال رجل: يا رسول الله, من هؤلاء الذين لم يلحقوا بنا, فلم يكلمه حتى سأله ثلاثا, قال: وسلمان الفارسي فينا فوضع رسول الله صلى الله عليه وسلم يده على سلمان وقال: والذي نفسي بيده لو كان الإيمان بالثُّرَيَّا لتناوله رجال من هؤلاء
Kami duduk bersama Nabi SAW. maka diturunkanlah kepadanya surah Al Jumu'ah, lalu ia membacanya. Setelah ia sampai kepada kalimat: "dan (juga) kepada kaum yang lain dari mereka yang belum berhubungan dengan mereka" bertanyalah seorang; katanya, "Wahai Rasulullah siapakah mereka itu yang belum berhubungan dengan kami?" Nabi tidak menjawab, sehingga penanya itu mengulangi pertanyaannya tiga kali. Ia berkata, dan Salman bangsa Persia itu ada di tengah-tengah kita, maka diletakkanlah tangan Nabi SAW. ke Salman dan berkata, "Demi Allah yang airiku di dalam genggaman-Nya (kekuasaan-Nya), andai kata iman itu berada pada bintang di langit, maka sungguh akan mencapainya orang-orang dari (golongan) mereka itu".
(HR Bukhari dari Abu Hurairah)
Allah SWT itu Maha Perkasa, kuasa meningkatkan kecerdasan orang yang bodoh, dan menguatkan umat yang lemah dengan mengutus seorang Rasul dari kalangan mereka juga, untuk menyelamatkan mereka dari kesesatan, dan membawa kepada petunjuk kebenaran, dari kegelapan kepada cahaya terang benderang. Allah SWT juga Maha Bijaksana di dalam mengatur kepentingan makhluk-Nya yang akan membawa mereka kepada kebaikan dan keuntungan.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Dan juga kepada kaum yang lain) lafal ini diathafkan kepada lafal al-ummiyyiina, yakni orang-orang yang ada (dari mereka) yaitu orang-orang yang datang kemudian dari mereka, artinya sesudah mereka (tiadalah) (dapat menyusul para pendahulunya) yakni dalam hal kepeloporan dan keutamaannya. (Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) di dalam kerajaan-Nya dan dalam perbuatan-Nya. Yang dimaksud dengan kaum yang lain ini adalah para tabiin; disebutkannya para sahabat secara khusus pada ayat sebelumnya merupakan dalil yang cukup untuk membuktikan keutamaan para sahabat karena mereka dapat bertemu langsung dengan Nabi saw. yang diutus kepada mereka. Keutamaan mereka jauh lebih besar daripada orang-orang yang datang kemudian sesudah mereka di antara orang-orang yang Nabi pun diutus kepada mereka, dan mereka beriman kepadanya baik dari jenis manusia maupun dari jenis jin hingga hari kiamat. Karena sesungguhnya setiap generasi itu jauh lebih baik daripada generasi penerusnya.
««•»»
And [to] others (wa-ākharīna is a supplement to al-ummiyyīna, ‘the unlettered’), that is to say, those who are alive, from among them, and [to] those of them who will come after them, who have not yet joined them, with regard to precedence and merit; and He is the Mighty, the Wise, in His kingdom and in His actions: those [mentioned as coming afterwards] are the Successors (al-tābi‘ūna); and it suffices to mention these [Successors] in order to illustrate the [greater] merit of the Companions, among whom the Prophet (s) was sent, over all those others, of humans and jinn, to whom he was [also] sent and who [believed and] will believe in him up until the Day of Resurrection, for every generation is better than the succeeding one.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 2]•[AYAT 4]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of11
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://al-quran.info/#62:3
And [to] others (wa-ākharīna is a supplement to al-ummiyyīna, ‘the unlettered’), that is to say, those who are alive, from among them, and [to] those of them who will come after them, who have not yet joined them, with regard to precedence and merit; and He is the Mighty, the Wise, in His kingdom and in His actions: those [mentioned as coming afterwards] are the Successors (al-tābi‘ūna); and it suffices to mention these [Successors] in order to illustrate the [greater] merit of the Companions, among whom the Prophet (s) was sent, over all those others, of humans and jinn, to whom he was [also] sent and who [believed and] will believe in him up until the Day of Resurrection, for every generation is better than the succeeding one.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 2]•[AYAT 4]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of11
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://al-quran.info/#62:3
