««•»»Surah Al Jumu'ah 2
هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
««•»»
huwa alladzii ba'atsa fii al-ummiyyiina rasuulan minhum yatluu 'alayhim aayaatihi wayuzakkiihim wayu'allimuhumu alkitaaba waalhikmata wa-in kaanuu min qablu lafii dhalaalin mubiinin
««•»»
Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,
««•»»
It is He who sent to the unlettered [people] an apostle from among themselves, to recite to them His signs, to purify them, and to teach them the Book and wisdom, and earlier they had indeed been in manifest error.
««•»»
Pada ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa Dia-lah yang mengutus kepada bangsa Arab yang masih buta huruf, yang belum tahu membaca dan menulis pada waktu itu, seorang Rasul dari kalangan mereka juga, yaitu Nabi Muhammad SAW. dengan tugas:
a. Membacakan ayat suci Alquran yang di dalamnya terdapat petunjuk dan bimbingan untuk memperoleh kebaikan dunia dan akhirat.
b. Membersihkan mereka dari akidah yang menyesatkan, dosa kemusyrikan, sifat-sifat jahiliah yang biadab sehingga mereka itu berakidah tauhid meng Esa-kan Allah SWT, tidak tunduk kepada pemimpin-pemimpin yang menyesatkan mereka dan tidak percaya lagi kepada sembahan mereka seperti batu, pohon kayu dan sebagainya.
c. Mengajarkan kepada mereka syariat agama beserta hukum-hukumnya serta hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya.
Disebutkan secara khusus bangsa Arab yang buta huruf itu, tidaklah berarti bahwa kerasulan Nabi Muhammad itu terbatas hanya kepada bangsa Arab saja; tetapi kerasulan Nabi Muhammad itu umum meliputi semua makhluk terutama jin dan manusia,
sebagaimana firman Allah SWT:
وما أرسلناك إلا رحمة للعالمين
Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
(QS Al Anbiya' [21]:107)
dan firman Nya:
قل يا أيها الناس إني رسول الله إليكم
Katakanlah: "Hai Manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua".
(QS Al A'raaf [7]:158)
Ayat kedua ini, diakhiri dengan ungkapan bahwa orang Arab itu, sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata. Mereka itu pada umumnya menganut dan berpegang teguh kepada agama samawy yaitu agama Nabi Ibrahim as lalu mereka mengubah dan menukar akidah tauhid dengan syirik, keyakinan mereka dengan keraguan, mengadakan sesembahan selain dari Allah SWT.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf) yaitu bangsa Arab; lafal ummiy artinya orang yang tidak dapat menulis dan membaca kitab (seorang rasul di antara mereka) yaitu Nabi Muhammad saw. (yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya) yakni Alquran (menyucikan mereka) membersihkan mereka dari kemusyrikan (dan mengajarkan kepada mereka Kitab) Alquran (dan hikmah) yaitu hukum-hukum yang terkandung di dalamnya, atau hadis. (Dan sesungguhnya) lafal in di sini adalah bentuk takhfif dari inna, sedangkan isimnya tidak disebutkan selengkapnya; dan sesungguhnya (mereka adalah sebelumnya) sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw. (benar-benar dalam kesesatan yang nyata) artinya jelas sesatnya.
««•»»
It is He Who sent to the unlettered [folk], [among] the Arabs (ummī means ‘one who cannot write or read a book’), a messenger from among them, namely, Muhammad (s), to recite to them His signs, the Qur’ān, and to purify them, to cleanse them from idolatry, and to teach them the Book, the Qur’ān, and wisdom, [in] the rulings that it contains, though indeed (wa-in: in has been softened from the hardened form, with its subject having been omitted, that is to say, [understand it as] wa-innahum) before that, [before] his coming, they had been in manifest error.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 1]•[AYAT 3]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
2of11
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=62&tAyahNo=2&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#62:2
It is He Who sent to the unlettered [folk], [among] the Arabs (ummī means ‘one who cannot write or read a book’), a messenger from among them, namely, Muhammad (s), to recite to them His signs, the Qur’ān, and to purify them, to cleanse them from idolatry, and to teach them the Book, the Qur’ān, and wisdom, [in] the rulings that it contains, though indeed (wa-in: in has been softened from the hardened form, with its subject having been omitted, that is to say, [understand it as] wa-innahum) before that, [before] his coming, they had been in manifest error.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 1]•[AYAT 3]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
2of11
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=62&tAyahNo=2&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#62:2

Tidak ada komentar:
Posting Komentar