««•»»بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
««•»»
bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi
««•»»
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
««•»»
In the Name of Allah, the All-beneficent, the All-merciful.
««•»»
Surah Al Jumu'ah 1
يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ
««•»»
yusabbihu lillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi almaliki alqudduusi al'aziizi alhakiimi
««•»»
Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
««•»»
Whatever there is in the heavens glorifies Allah and whatever there is in the earth, the Sovereign, the All-holy, the All-mighty, the All-wise.
««•»»
Pada ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya itu bertasbih kepada Allah, menyucikan Nya dari hal-hal yang tidak wajar, seperti sifat-sifat kekurangan dan sebagainya. Setiap kita melihat dan memandang kepada apa yang ada di bumi dan apa yang ada di langit, semuanya itu menunjukkan kepada kita atas keesaan penciptanya yaitu Allah SWT dan kebesaran kekuasaan-Nya.
Ini sejalan dengan firman Allah SWT:
وإن من شيء إلا يسبح بحمده
"Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya".
(QS Al Israa' [17]:44)
Ayat pertama ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa Allah itu merajai segala apa yang di bumi dan di langit, bertasbih kepada-Nya dengan kehendak-Nya berdasarkan kekuasaan dan kebijaksanaan-Nya, suci dari segala yang tidak layak dan tidak sesuai dengan ketinggian dan kesempurnaan-Nya. Tuhan Yang Maha Perkasa, menundukkan segala makhluk-Nya dengan kekuasaan-Nya, Maha Bijaksana dalam mengatur hal ihwal mereka. Dia-lah yang lebih mengetahui kemaslahatan mereka, yang akan membawa mereka kepada kebahagiaan mereka di dunia dan di akhirat kelak.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Telah bertasbih kepada Allah) telah memahasucikan-Nya; huruf lam yang terdapat pada lafal lillaahi adalah huruf zaidah (apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi) pemakaian lafal maa di sini karena memprioritaskan yang mayoritas (Raja, Yang Maha Suci) yakni Maha Suci dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya (Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) di dalam kerajaan dan dalam perbuatan-Nya.
يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ
««•»»
yusabbihu lillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi almaliki alqudduusi al'aziizi alhakiimi
««•»»
Senantiasa bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
««•»»
Whatever there is in the heavens glorifies Allah and whatever there is in the earth, the Sovereign, the All-holy, the All-mighty, the All-wise.
««•»»
Pada ayat ini, Allah SWT menerangkan bahwa apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya itu bertasbih kepada Allah, menyucikan Nya dari hal-hal yang tidak wajar, seperti sifat-sifat kekurangan dan sebagainya. Setiap kita melihat dan memandang kepada apa yang ada di bumi dan apa yang ada di langit, semuanya itu menunjukkan kepada kita atas keesaan penciptanya yaitu Allah SWT dan kebesaran kekuasaan-Nya.
Ini sejalan dengan firman Allah SWT:
وإن من شيء إلا يسبح بحمده
"Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya".
(QS Al Israa' [17]:44)
Ayat pertama ini ditutup dengan satu ketegasan bahwa Allah itu merajai segala apa yang di bumi dan di langit, bertasbih kepada-Nya dengan kehendak-Nya berdasarkan kekuasaan dan kebijaksanaan-Nya, suci dari segala yang tidak layak dan tidak sesuai dengan ketinggian dan kesempurnaan-Nya. Tuhan Yang Maha Perkasa, menundukkan segala makhluk-Nya dengan kekuasaan-Nya, Maha Bijaksana dalam mengatur hal ihwal mereka. Dia-lah yang lebih mengetahui kemaslahatan mereka, yang akan membawa mereka kepada kebahagiaan mereka di dunia dan di akhirat kelak.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Telah bertasbih kepada Allah) telah memahasucikan-Nya; huruf lam yang terdapat pada lafal lillaahi adalah huruf zaidah (apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi) pemakaian lafal maa di sini karena memprioritaskan yang mayoritas (Raja, Yang Maha Suci) yakni Maha Suci dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya (Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) di dalam kerajaan dan dalam perbuatan-Nya.
««•»»
All that is the heavens and all that is in the earth glorifies God, [all] proclaims His transcendence (the lām [of li’Llāhi] is extra; mā is used instead of min in order to indicate the predominance [of non-rational beings]), the King, the Holy, the One Who transcends what does not befit Him, the Mighty, the Wise, in His kingdom and in His actions.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 2]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
1of11
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=62&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#62:1
All that is the heavens and all that is in the earth glorifies God, [all] proclaims His transcendence (the lām [of li’Llāhi] is extra; mā is used instead of min in order to indicate the predominance [of non-rational beings]), the King, the Holy, the One Who transcends what does not befit Him, the Mighty, the Wise, in His kingdom and in His actions.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 2]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
1of11
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=62&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#62:1

Tidak ada komentar:
Posting Komentar